KHUTBAH JUMAT
DMDI
DEWAN MASJID DIGITAL INDONESIA
https://seruanmasjid.com
KRISIS ADAB REMAJA DAN PELAJAR INDONESIA!
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الْحَمْدَ لَِلََّّ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعَينُهُ,
وَنَسْتَغْفَرُهُ, وَنَعُوذُ بَالِلََّّ مَنْ شُرُورَ أ نفُسَنَا,
وَسَي ئَاتَ أَعْمَالَنَامَنْ يَهْدَهَ اللََُّّ فَلاَ مُضَ لَّ
لَهُ, وَمَنْ يُضْلَلْ فَلاَ هَادَيَ لَهُ,أَشْهَدُ أَنْ ل اَلَهَ اَلَّ اللهُ وَحْدَهُ لَشَرَيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ
هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدَ ي ا.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَي دَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الْمُتَّصَفُ بَالْمَكَارَمَ كَبَارًا وَصَبَي ا.
اَللَّهُمَّ فَصَ ل وَسَلَ مْ عَلَى سَي دَنَا مُحَمَّدٍ كَ انَ
صَادَقَ الْوَعْدَ وَكَانَ رَسُوْلً نَبَي ا، وَعَلَى
آلَهَ وَصَحْبَهَ الَّذَ ينَ يُحْسَنُوْنَ إَسْلاَمَهُمْ وَ لَمْ
يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرَي ا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أ ي هَا
الْحَاضَرُوْنَ رَحَمَكُمُ اللهُ، اُوْصَيْنَيْ نَفْسَ يْ
.وَإَيَّاكُمْ بَتَقْوَى اللهَ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّ قُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى :
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَ عَلْمَ لَنَآ اَلَّ مَا عَلَّمْت نَا ااَنَّكَ
اَنْتَ الْعَلَيْمُ الْحَكَيْمُ
(QS al-Baqarah [2]: 32)
Alhamdulillah, Allah masih sayang kepada kita. Allah karuniakan
nikmat yang sangat banyak, yang kita tak sanggup
menghitungnya. Utamanya nikmat iman dan Islam. Shalawat dan
salam semoga senantiasa dicurahkan kepada junjungan alam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mari kita terus berusaha meningkatkan kadar ketakwaan kita
kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Laksanakan perintah-perintah-
Nya dan jangan membantah. Tinggalkan larangan-larangan-Nya
dan jangan membangkang.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Sedih rasanya kita melihat perkembangan generasi muda saat ini.
Sekumpulan pelajar SMA menendang nenek yang sudah tua
hingga mental. Sebelumnya beberapa pelajar SMP mem-bully
kawannya di dalam kelas dengan ramai-ramai memukuli dan
menendang kepala korban hingga pingsan. Astaghfirullah…
Perilaku bejat generasi muda seperti ini bukan kali ini saja. Sering
terjadi. Terus berulang. Inilah fakta di depan mata kita.
Pertanyaannya, inikah hasil didikan Islam? Jawabnya: bukan! Fakta
menunjukkan, pengajaran Islam justru dijauhkan. Kita, Anda,
sekolah, dan masyarakat malah ditakut-takuti dengan isu ‘Islam
radikal’ di kalangan pelajar. Mereka yang lebay dan jauh dari
agama malah diberi panggung, namanya ditenarkan, dan aksi-aksi
mereka diberi ruang.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Waspadalah, krisis adab tengah menimpa generasi muda kita. Hal
ini tercermin dari semakin banyaknya perilaku amoral dari sebagian
mereka. Sebagian mereka terbiasa dengan kata-kata umpatan dan
kasar, melawan orang tua dan guru, melakukan perundungan
(bullying). Bahkan ada yang berani melakukan tindak kriminalitas
seperti tawuran, pencurian, perampokan, pemerkosaan dan
pembunuhan.
Data hasil riset Programme for International Students Assessment
(PISA) 2018 menunjukkan murid yang mengaku pernah mengalami
perundungan (bullying) di Indonesia sebanyak 41,1%. Angka ini
menempatkan Indonesia di posisi kelima tertinggi dari 78 negara
sebagai negara yang murid sekolahnya paling banyak mengalami
perundungan.
Di tingkat nasional, pada tahun 2018 KPAI melaporkan bahwa 84%
pelajar mengalami kekerasan di lingkungan sekolah. Badan
Narkotika Nasional (BNN) juga melaporkan hasil survei bahwa ada
2,3 juta pelajar yang mengkonsumsi narkoba. Tidak sedikit pula
pelajar putri yang menjalankan profesi sebagai PSK. Bahkan ada
pelajar yang malah menjadi mucikari dengan menawarkan temantemannya
kepada para lelaki hidung belang.
Sedihnya lagi, krisis adab ini bukan hanya terjadi di lingkungan
sekolah umum, tetapi hingga ke dunia pesantren. Ada santri tewas
karena dianiaya kakak kelasnya. Di tempat lain ada beberapa santri
tega membakar adik kelasnya karena motif balas dendam.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Semua fakta itu adalah buah sistem pendidikan sekuler. Anak didik
dijauhkan dari agama. Adab-adab Islam tak diajarkan, kecuali hanya
sekadar ilmu pengetahuan, demi meraih nilai ujian.
Ini semua bukan tanpa sengaja. Kerusakan itu dibuat dan
direncanakan. Lihatlah Peta Jalan Pendidikan nasional 2020-2035
yang kini tengah digodok Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud). Frasa agama dihilangkan. Kalau
agama dihilangkan, apa patokan mendidik generasi muda kita?
Beberapa waktu lalu, guru yang menasehati siswinya untuk
berjilbab malah terancam dipecat. Sementara kampanye
deradikalisasi disemarakkan di semua level pendidikan. Mau
dibawa ke mana negeri ini?
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Islam adalah satu-satunya agama yang dapat mengubah
masyarakat jahiliah (yang percaya syirik, tahayul, khurafat; biasa
berzina, minuman keras, riba, dan sebagainya) menjadi masyarakat
yang berperadaban unggul dan berakhlak mulia. Inilah realita yang
digambarkan oleh al-Quran:
الۤرٰ ا كَتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اَلَيْكَ لَتُخْرَجَ النَّاسَ مَنَ
ال ظلُمٰتَ اَلَى الن وْرَ ەۙ بَاَذْنَ رَب هَمْ اَلٰى
صَرَاطَ الْعَزَيْزَ الْحَمَيْدَۙ
Alif Laam Raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu
(Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan
menuju cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju
jalan Tuhan Yang Mahaperkasa dan Maha Terpuji
(TQS Ibrahim [14]: 1).
Islam berhasil mencetak masyarakat yang semula ummiy (tidak
bisa membaca dan menulis) menjadi cendekiawan di berbagai
bidang. Selain melahirkan ulama ilmu-ilmu keislaman, peradaban
Islam juga melahirkan para ilmuwan di bidang kedokteran, fisika,
farmasi, teknik, matematika, kimia, militer, dan sebagainya. Namanama
ilmuwan seperti Ibnu Khaldun dalam ilmu sosiologi, al-
Khawarizmi dalam matematika, az-Zahrawi dalam ilmu kedokteran,
terus dikenang sampai sekarang.
Apa kunci keberhasilan sistem pendidikan Islam?
Pertama, menjadikan akidah Islam/keimanan sebagai dasar
pendidikan. Setiap ilmu yang dipelajari menjadikan mereka
semakin beriman dan bertakwa.
Kedua, mempunyai tujuan yang jelas, yaitu mencetak kepribadian
Islam (syakhsiyyah islaamiyyah). Bukan untuk mencetak para
pekerja di dunia industri atau menjadi para pengusaha. Kelak
mereka diarahkan menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan
beragam untuk berkontribusi bagi umat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
خَيْرُ النَّاسَ أَنْفَعُهُمْ لَلنَّاسَ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia
lainnya (HR Ahmad).
Para pelajar dibentuk pola pikir dan pola sikapnya agar senantiasa
selaras dengan Islam. Untuk itu pengajaran Islam diberikan kepada
mereka bukan untuk menjadi hapalan atau teori semata, tetapi
untuk menjadi petunjuk kehidupan yang praktis/amaliah.
Ketiga, saat ada pelanggaran atau tindak kriminal, negara akan
menerapkan hukum yang tegas kepada pelakunya. Termasuk para
remaja. Mereka yang sudah baligh diperlakukan sama dengan yang
dewasa. Yang belum baligh, tugas orang tuanya untuk mendidik
dan menasehatinya.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Saatnya kita menyelamatkan para remaja dan pelajar dari krisis
adab/akhlak. Mereka adalah harapan masa depan umat ini.
Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan biarkan
anak-anak muda umat ini terperosok ke dalam kubangan lumpur
sekulerisme yang telah nyata merusak akhlak mereka.
Ketahuilah, hanya Islam satu-satunya solusi yang akan
memperbaiki akhlak para remaja dan pelajar. Karena itu mari kita
menjadikan Islam sebagai solusi total kehidupan. []
بَارَ كَ الله لَي وَلَكُمْ فَى اْلقُرْآنَ اْلعَظَ يمَ،
وَنَفَعَنَي وَإَيَّاكُمْ بَمَافَيْهَ مَنَ الْْيَاتَ وَالذَ كْرَ
الْحَكَيمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مَنَّا وَمَنْكُمْ تَلاَوَ تَهُ وَإَنَّهُ
هُوَ السَّمَيْعُ العَلَيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلَي هَذَا
فَأسْتَغْفَرُ اللهَ العَظَيْمَ إَنَّهُ هُوَ الغَفُوْ رُ
الرَّحَيْم
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ للهَ عَلىَ إَحْسَانَهَ وَال شكْرُ لَهُ عَلىَ
تَوْفَيْ قهَ وَاَمْتَنَانَهَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَ اَلَهَ إَلَّ الله وَاللهُ وَحْدَهُ لَ شَرَيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَي دَ نَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعَى إلىَ
رَضْوَانَهَ. اللهُمَّ صَ ل عَلَى سَي دَنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى اَلَهَ وَأَصْحَابَهَ وَ سَلَ مْ تَسْلَيْمًا كَثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَيا اَي هَا النَّاسُ اَتَّقُواللهَ فَ يمَا أَمَرَ
وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بَأمَْرٍ بَدَأَ فَيْهَ بَنَفْسَهَ وَثَنَى بَمَلآ ئكَتَهَ
الْمُسَب حَةَ بَقُدْسَهَ وَقَالَ تَعالََى إَنَّ اللهَ
وَمَلآئَكَتَهُ يُصَل وْنَ عَلىَ النَّبَى يآ ا ي هَا الَّذَيْنَ
آمَنُوْا صَل وْا عَلَيْهَ وَسَلَ مُوْا تَسْلَيْمًا. اللهُمَّ
صَ ل عَلَى سَي دَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَ يهَ
وَسَلَ مْ وَعَلَى آلَ سَي دَنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
اَنْ بَيآئَكَ وَرُسُلَكَ وَمَلآئَكَةَ اْلمُقَرَّبَيْنَ
وَارْضَ الل هُمَّ عَنَ اْلخُلَفَاءَ الرَّاشَدَيْنَ أ بَى
بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقَيَّةَ
الصَّحَابَةَ وَالتَّابَعَيْنَ وَتَابَعَي التَّا بَعَيْنَ لَهُمْ
بَاَحْسَانٍ اَلَى يَوْمَ ال ديْنَ وَ ارْضَ عَنَّا مَعَهُ مْ
بَرَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحَمَيْنَ
اَللهُمَّ اغْفَرْ لَلْمُؤْمَنَيْنَ وَاْلمُؤْمَنَاتَ
وَاْلمُسْلَمَيْنَ وَاْلمُسْلَمَاتَ اَلَحْيآء مَنْهُمْ
وَاْلَمْوَاتَ اللهُمَّ أَعَزَّ اْلإَسْلاَمَ وَاْلمُسْلَمَيْنَ
وَأَذَلَّ ال شرْكَ وَ اْلمُشْرَكَيْنَ وَانْصُرْ عَبَادَ كَ
اْلمُوَ حدَ يْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ ال ديْنَ وَاخْذ لْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلَمَيْنَ وَ دَ مرْ أَعْدَاءَ ال ديْنَ
وَاعْلَ كَلَمَاتَكَ إَلَى يَوْ مَ ال ديْنَ. اللهُمَّ ادْ فَعْ
عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّل زَلَ وَاْلمَحَنَ
وَسُوْءَ اْلفَتْنَةَ وَاْلمَحَنَ مَا ظَهَرَ مَنْهَا وَمَا
بَطَنَ عَنْ بَلَدَنَا اَنْدُونَيْسَيَّا خآصَّةً وَسَ ائَرَ
اْلبُلْدَانَ اْلمُسْلَمَيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمَ ينَ.
رَبَّنَا آتَنا فَى ال دنْيَا حَسَنَةً وَفَى اْلْخَ رَةَ
حَسَ نَةً وَقَنَا عَذَابَ النَّارَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا
اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفَرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ
مَنَ اْلخَاسَرَيْنَ.
عَبَادَاللهَ ! إَنَّ اللهَ يَأْمُرُبَاْلعَدْلَ وَاْلإَحْسَ انَ
وَإَيْتآءَ ذَي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنَ اْلفَحْشآءَ
وَ اْلمُنْكَرَ وَاْلبَغْي يَعَظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُ وْنَ
وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظَيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْه عَلىَ نَعَمَهَ يَزَدْكُمْ وَلَذَكْرُ اللهَ أَكْبَرْ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar