Minggu, 27 November 2022

MENDAMBAKAN POLISI PENJAGA KEAMANAN DAN PENEGAK HUKUM ISLAM

 KHUTBAH JUMAT

DMDI

DEWAN MASJID DIGITAL INDONESIA

https://seruanmasjid.com

MENDAMBAKAN POLISI PENJAGA

KEAMANAN DAN PENEGAK HUKUM ISLAM

KHUTBAH PERTAMA


Alhamdulillah, atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga di hari

mulia ini kita bisa berkumpul di tempat mulia ini dalam

menjalankan kewajiban kita shalat Jumat berjamaah, Shalawat dan

salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan alam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mari kita terus berusaha membenahi diri, bertakwa kepada Allah.

Meninggalkan apa yang dilarang tanpa menunda-nunda.

Melaksanakan kewajiban dengan bersegera. Insyaallah itu adalah

kebaikan. Itulah takwa.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Salah satu jaminan yang harus ada dalam Islam bagi rakyat adalah

jaminan keamanan. Bahkan salah satu tujuan agung syariah Islam

adalah menjamin keamanan baik bagi masyarakat maupun negara.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa

mendapatkan rasa aman adalah kenikmatan besar dari Allah

subhanahu wa ta’ala. Sabda beliau:

Siapa saja di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya

(pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberi kesehatan badan,

dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka

seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya (HR at-Tirmidzi).

Islam juga memberikan ciri keimanan yang sempurna. Di antaranya

saat seseorang menjaga dirinya dari mengganggu harta orang lain

dan menumpahkan darah mereka. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa

sallam:

Seorang Mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa

aman atas harta dan jiwa mereka (HR Ibnu Majah).

Karena itu tindakan menakut-nakuti, mengancam, mengintimidasi,

baik dilakukan oleh warga sipil apalagi oleh aparat, adalah tindakan

haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim yang lain

(HR Abu Dawud).

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Untuk itulah, dalam Islam dibentuk institusi kepolisian yang

bertugas mewujudkan rasa aman dan tertib di tengah rakyat.

Dalam khasanah Islam, polisi disebut sebagai syurthah. Tugasnya

menciptakan ketentraman, bukan meresahkan dan membuat

warga ketakutan.

Kepolisian sudah dikenal sejak zaman kepemimpinan Rasulullah

shallallahu ‘alaihi wa sallam di Negara Islam di Madinah. Anas bin

Malik radhiyallahu ‘anhu bertutur:

Qais bin Saad ketika itu berada di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wa

sallam. layaknya kepala polisi dengan amir (kepala negara) (HR al-

Bukhari).

Dr Namir bin Muhammad al-Hamidani dalam kitab Wilaayah asy-

Syurthah fii al-Islaam menjelaskan, syurthah (polisi) dibentuk oleh

khalifah atau wali/gubernur untuk menjaga keamanan dan

melindungi aturan, menangkap pelaku kejahatan dan para

pengacau, serta tugas lain seperti pekerjaan administratif yang

menjamin keselamatan rakyat dan ketenangan mereka.

Kepolisian adalah kekuatan utama untuk menjaga keamanan

dalam negeri dari berbagai ancaman dan gangguan seperti

pencurian, perampokan, zina, murtad, vandalisme, dan

sebagainya. Polisi juga diberi kewenangan menggunakan senjata

untuk menghadapi kaum pemberontak (bughat) dan separatis

yang menggangu keamanan umum seperti mengancam harta

warga, aset-aset umum dan negara (Abdul Qadim Zhalum, Nizhaam

al-Hukm fii al-Islaam, hlm. 147).

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Dalam aturan Islam, polisi menjalankan tugasnya sesuai hukum

syariah. Mereka haram memata-matai rakyat, melakukan

penyadapan, meretas ponsel, email, nomor telepon, dan

sebagainya dengan alasan mencegah kejahatan. Allah subhanahu

wa ta’ala berfirman:Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari

prasangka. Sungguh sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kalian

memata-matai orang lain (tajassus) (QS al-Hujurat [49]: 12).

Polisi hanya boleh memata-matai mereka yang disebut ahlur-riyab,

yaitu orang-orang yang terindikasi kuat akan menimpakan bahaya

kepada masyarakat, negara dan warga. Di antaranya warga yang

punya hubungan akrab dengan negara kafir harbi fi’l[an] (de facto)

maupun kafir harbi hukm[an] (de jure). Misalnya, warga yang akrab

dengan negara imperialis macam Israel, Amerika Serikat, dan

sebagainya.

Islam juga mengharamkan polisi menciptakan ketakutan terhadap

rakyat dengan berbuat semena-mena seperti asal tangkap,

memukuli warga, menembakkan gas air mata, apalagi membunuh

tanpa alasan yang haq. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ada dua golongan penghuni neraka, yang belum pernah aku lihat,

yaitu suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka

mencambuk manusia dengan cambuk tersebut (HR Muslim).

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Dengan tugas itu, kepolisian dalam Islam bukanlah kesatuan

alakadarnya yang direkrut dari orang-orang rendahan dan dilatih

asal-asalan. Kepolisian dalam Islam adalah kesatuan terbaik dan

menonjol.

Tidak cukup hanya sehat badannya dan punya keterampilan fisik.

Disyaratkan juga mereka adalah pribadi-pribadi yang bertakwa.

Ibnu Azraq menyebutkan, “Wajib bagi Imam/Khalifah untuk

memilih polisi dari kalangan orang yang tsiqah (terpercaya)

agamanya, tegas dalam membela kebenaran dan huduud (hukum

pidana Islam), waspada dan tidak mudah dibodohi.”

Dengan tiga sifat ini maka hukum syariah dapat ditegakkan.

Pertanyaannya, akankah polisi yang demikian akan lahir di negara

yang sekuler seperti sekarang? Tidak. Polisi yang bertakwa hanya

lahir dalam sistem Islam. Yang semua aturannya hanya didasarkan

pada syariat Islam.



KRISIS ADAB REMAJA DAN PELAJAR INDONESIA!

 KHUTBAH JUMAT

DMDI

DEWAN MASJID DIGITAL INDONESIA 

https://seruanmasjid.com

KRISIS ADAB REMAJA DAN PELAJAR INDONESIA!

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الْحَمْدَ لَِلََّّ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعَينُهُ,

وَنَسْتَغْفَرُهُ, وَنَعُوذُ بَالِلََّّ مَنْ شُرُورَ أ نفُسَنَا,

وَسَي ئَاتَ أَعْمَالَنَامَنْ يَهْدَهَ اللََُّّ فَلاَ مُضَ لَّ

لَهُ, وَمَنْ يُضْلَلْ فَلاَ هَادَيَ لَهُ,أَشْهَدُ أَنْ ل اَلَهَ اَلَّ اللهُ وَحْدَهُ لَشَرَيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ

هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدَ ي ا.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَي دَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

الْمُتَّصَفُ بَالْمَكَارَمَ كَبَارًا وَصَبَي ا.

اَللَّهُمَّ فَصَ ل وَسَلَ مْ عَلَى سَي دَنَا مُحَمَّدٍ كَ انَ

صَادَقَ الْوَعْدَ وَكَانَ رَسُوْلً نَبَي ا، وَعَلَى

آلَهَ وَصَحْبَهَ الَّذَ ينَ يُحْسَنُوْنَ إَسْلاَمَهُمْ وَ لَمْ

يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرَي ا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أ ي هَا

الْحَاضَرُوْنَ رَحَمَكُمُ اللهُ، اُوْصَيْنَيْ نَفْسَ يْ

.وَإَيَّاكُمْ بَتَقْوَى اللهَ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّ قُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى :

قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَ عَلْمَ لَنَآ اَلَّ مَا عَلَّمْت نَا ااَنَّكَ

اَنْتَ الْعَلَيْمُ الْحَكَيْمُ

(QS al-Baqarah [2]: 32)

Alhamdulillah, Allah masih sayang kepada kita. Allah karuniakan

nikmat yang sangat banyak, yang kita tak sanggup

menghitungnya. Utamanya nikmat iman dan Islam. Shalawat dan

salam semoga senantiasa dicurahkan kepada junjungan alam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mari kita terus berusaha meningkatkan kadar ketakwaan kita

kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Laksanakan perintah-perintah-

Nya dan jangan membantah. Tinggalkan larangan-larangan-Nya

dan jangan membangkang.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Sedih rasanya kita melihat perkembangan generasi muda saat ini.

Sekumpulan pelajar SMA menendang nenek yang sudah tua

hingga mental. Sebelumnya beberapa pelajar SMP mem-bully

kawannya di dalam kelas dengan ramai-ramai memukuli dan

menendang kepala korban hingga pingsan. Astaghfirullah…

Perilaku bejat generasi muda seperti ini bukan kali ini saja. Sering

terjadi. Terus berulang. Inilah fakta di depan mata kita.

Pertanyaannya, inikah hasil didikan Islam? Jawabnya: bukan! Fakta

menunjukkan, pengajaran Islam justru dijauhkan. Kita, Anda,

sekolah, dan masyarakat malah ditakut-takuti dengan isu ‘Islam

radikal’ di kalangan pelajar. Mereka yang lebay dan jauh dari

agama malah diberi panggung, namanya ditenarkan, dan aksi-aksi

mereka diberi ruang.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Waspadalah, krisis adab tengah menimpa generasi muda kita. Hal

ini tercermin dari semakin banyaknya perilaku amoral dari sebagian

mereka. Sebagian mereka terbiasa dengan kata-kata umpatan dan

kasar, melawan orang tua dan guru, melakukan perundungan

(bullying). Bahkan ada yang berani melakukan tindak kriminalitas

seperti tawuran, pencurian, perampokan, pemerkosaan dan

pembunuhan.

Data hasil riset Programme for International Students Assessment

(PISA) 2018 menunjukkan murid yang mengaku pernah mengalami

perundungan (bullying) di Indonesia sebanyak 41,1%. Angka ini

menempatkan Indonesia di posisi kelima tertinggi dari 78 negara

sebagai negara yang murid sekolahnya paling banyak mengalami

perundungan.

Di tingkat nasional, pada tahun 2018 KPAI melaporkan bahwa 84%

pelajar mengalami kekerasan di lingkungan sekolah. Badan

Narkotika Nasional (BNN) juga melaporkan hasil survei bahwa ada

2,3 juta pelajar yang mengkonsumsi narkoba. Tidak sedikit pula

pelajar putri yang menjalankan profesi sebagai PSK. Bahkan ada

pelajar yang malah menjadi mucikari dengan menawarkan temantemannya

kepada para lelaki hidung belang.

Sedihnya lagi, krisis adab ini bukan hanya terjadi di lingkungan

sekolah umum, tetapi hingga ke dunia pesantren. Ada santri tewas

karena dianiaya kakak kelasnya. Di tempat lain ada beberapa santri

tega membakar adik kelasnya karena motif balas dendam.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Semua fakta itu adalah buah sistem pendidikan sekuler. Anak didik

dijauhkan dari agama. Adab-adab Islam tak diajarkan, kecuali hanya

sekadar ilmu pengetahuan, demi meraih nilai ujian.

Ini semua bukan tanpa sengaja. Kerusakan itu dibuat dan

direncanakan. Lihatlah Peta Jalan Pendidikan nasional 2020-2035

yang kini tengah digodok Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan (Kemendikbud). Frasa agama dihilangkan. Kalau

agama dihilangkan, apa patokan mendidik generasi muda kita?

Beberapa waktu lalu, guru yang menasehati siswinya untuk

berjilbab malah terancam dipecat. Sementara kampanye

deradikalisasi disemarakkan di semua level pendidikan. Mau

dibawa ke mana negeri ini?

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Islam adalah satu-satunya agama yang dapat mengubah

masyarakat jahiliah (yang percaya syirik, tahayul, khurafat; biasa

berzina, minuman keras, riba, dan sebagainya) menjadi masyarakat

yang berperadaban unggul dan berakhlak mulia. Inilah realita yang

digambarkan oleh al-Quran:

الۤرٰ ا كَتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اَلَيْكَ لَتُخْرَجَ النَّاسَ مَنَ

ال ظلُمٰتَ اَلَى الن وْرَ ەۙ بَاَذْنَ رَب هَمْ اَلٰى

صَرَاطَ الْعَزَيْزَ الْحَمَيْدَۙ

Alif Laam Raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu

(Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan

menuju cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju

jalan Tuhan Yang Mahaperkasa dan Maha Terpuji

(TQS Ibrahim [14]: 1).

Islam berhasil mencetak masyarakat yang semula ummiy (tidak

bisa membaca dan menulis) menjadi cendekiawan di berbagai

bidang. Selain melahirkan ulama ilmu-ilmu keislaman, peradaban

Islam juga melahirkan para ilmuwan di bidang kedokteran, fisika,

farmasi, teknik, matematika, kimia, militer, dan sebagainya. Namanama

ilmuwan seperti Ibnu Khaldun dalam ilmu sosiologi, al-

Khawarizmi dalam matematika, az-Zahrawi dalam ilmu kedokteran,

terus dikenang sampai sekarang.

Apa kunci keberhasilan sistem pendidikan Islam?

Pertama, menjadikan akidah Islam/keimanan sebagai dasar

pendidikan. Setiap ilmu yang dipelajari menjadikan mereka

semakin beriman dan bertakwa.

Kedua, mempunyai tujuan yang jelas, yaitu mencetak kepribadian

Islam (syakhsiyyah islaamiyyah). Bukan untuk mencetak para

pekerja di dunia industri atau menjadi para pengusaha. Kelak

mereka diarahkan menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan

beragam untuk berkontribusi bagi umat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa

sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسَ أَنْفَعُهُمْ لَلنَّاسَ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia

lainnya (HR Ahmad).

Para pelajar dibentuk pola pikir dan pola sikapnya agar senantiasa

selaras dengan Islam. Untuk itu pengajaran Islam diberikan kepada

mereka bukan untuk menjadi hapalan atau teori semata, tetapi

untuk menjadi petunjuk kehidupan yang praktis/amaliah.

Ketiga, saat ada pelanggaran atau tindak kriminal, negara akan

menerapkan hukum yang tegas kepada pelakunya. Termasuk para

remaja. Mereka yang sudah baligh diperlakukan sama dengan yang

dewasa. Yang belum baligh, tugas orang tuanya untuk mendidik

dan menasehatinya.

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,

Saatnya kita menyelamatkan para remaja dan pelajar dari krisis

adab/akhlak. Mereka adalah harapan masa depan umat ini.

Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan biarkan

anak-anak muda umat ini terperosok ke dalam kubangan lumpur

sekulerisme yang telah nyata merusak akhlak mereka.

Ketahuilah, hanya Islam satu-satunya solusi yang akan

memperbaiki akhlak para remaja dan pelajar. Karena itu mari kita

menjadikan Islam sebagai solusi total kehidupan. []

بَارَ كَ الله لَي وَلَكُمْ فَى اْلقُرْآنَ اْلعَظَ يمَ،

وَنَفَعَنَي وَإَيَّاكُمْ بَمَافَيْهَ مَنَ الْْيَاتَ وَالذَ كْرَ

الْحَكَيمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مَنَّا وَمَنْكُمْ تَلاَوَ تَهُ وَإَنَّهُ

هُوَ السَّمَيْعُ العَلَيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلَي هَذَا

فَأسْتَغْفَرُ اللهَ العَظَيْمَ إَنَّهُ هُوَ الغَفُوْ رُ

الرَّحَيْم

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهَ عَلىَ إَحْسَانَهَ وَال شكْرُ لَهُ عَلىَ

تَوْفَيْ قهَ وَاَمْتَنَانَهَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَ اَلَهَ إَلَّ الله وَاللهُ وَحْدَهُ لَ شَرَيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَي دَ نَا

مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعَى إلىَ

رَضْوَانَهَ. اللهُمَّ صَ ل عَلَى سَي دَنَا مُحَمَّدٍ

وَعَلَى اَلَهَ وَأَصْحَابَهَ وَ سَلَ مْ تَسْلَيْمًا كَثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيا اَي هَا النَّاسُ اَتَّقُواللهَ فَ يمَا أَمَرَ

وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ

بَأمَْرٍ بَدَأَ فَيْهَ بَنَفْسَهَ وَثَنَى بَمَلآ ئكَتَهَ

الْمُسَب حَةَ بَقُدْسَهَ وَقَالَ تَعالََى إَنَّ اللهَ

وَمَلآئَكَتَهُ يُصَل وْنَ عَلىَ النَّبَى يآ ا ي هَا الَّذَيْنَ

آمَنُوْا صَل وْا عَلَيْهَ وَسَلَ مُوْا تَسْلَيْمًا. اللهُمَّ

صَ ل عَلَى سَي دَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَ يهَ

وَسَلَ مْ وَعَلَى آلَ سَي دَنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى

اَنْ بَيآئَكَ وَرُسُلَكَ وَمَلآئَكَةَ اْلمُقَرَّبَيْنَ

وَارْضَ الل هُمَّ عَنَ اْلخُلَفَاءَ الرَّاشَدَيْنَ أ بَى

بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقَيَّةَ

الصَّحَابَةَ وَالتَّابَعَيْنَ وَتَابَعَي التَّا بَعَيْنَ لَهُمْ

بَاَحْسَانٍ اَلَى يَوْمَ ال ديْنَ وَ ارْضَ عَنَّا مَعَهُ مْ

بَرَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحَمَيْنَ

اَللهُمَّ اغْفَرْ لَلْمُؤْمَنَيْنَ وَاْلمُؤْمَنَاتَ

وَاْلمُسْلَمَيْنَ وَاْلمُسْلَمَاتَ اَلَحْيآء مَنْهُمْ

وَاْلَمْوَاتَ اللهُمَّ أَعَزَّ اْلإَسْلاَمَ وَاْلمُسْلَمَيْنَ

وَأَذَلَّ ال شرْكَ وَ اْلمُشْرَكَيْنَ وَانْصُرْ عَبَادَ كَ

اْلمُوَ حدَ يْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ ال ديْنَ وَاخْذ لْ

مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلَمَيْنَ وَ دَ مرْ أَعْدَاءَ ال ديْنَ

وَاعْلَ كَلَمَاتَكَ إَلَى يَوْ مَ ال ديْنَ. اللهُمَّ ادْ فَعْ

عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّل زَلَ وَاْلمَحَنَ

وَسُوْءَ اْلفَتْنَةَ وَاْلمَحَنَ مَا ظَهَرَ مَنْهَا وَمَا

بَطَنَ عَنْ بَلَدَنَا اَنْدُونَيْسَيَّا خآصَّةً وَسَ ائَرَ

اْلبُلْدَانَ اْلمُسْلَمَيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمَ ينَ.

رَبَّنَا آتَنا فَى ال دنْيَا حَسَنَةً وَفَى اْلْخَ رَةَ

حَسَ نَةً وَقَنَا عَذَابَ النَّارَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا

اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفَرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ

مَنَ اْلخَاسَرَيْنَ.

عَبَادَاللهَ ! إَنَّ اللهَ يَأْمُرُبَاْلعَدْلَ وَاْلإَحْسَ انَ

وَإَيْتآءَ ذَي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنَ اْلفَحْشآءَ

وَ اْلمُنْكَرَ وَاْلبَغْي يَعَظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُ وْنَ

وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظَيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْه عَلىَ نَعَمَهَ يَزَدْكُمْ وَلَذَكْرُ اللهَ أَكْبَرْ